Alhamdulillah, Aku dapat nilai D ! (4 habis)

on Senin, 02 Maret 2009

bismillaahirrohmaanirrohiim

Ah, sepertinya ide yang bagus, nanti aku akan cermati lagi setelah sholat dhuhur… Ya Allah berikan aku jalan keluar yang paling baik.. amin..

Setelah sholat dhuhur, ternyata pandangan lain tentang penyelesaian masalahku ini muncul kembali. Entah bagaimana, tiba-tiba saja aku sangat takut. Pertama, takut dianggap sok pamer, mana ada jaman begini mahasiswa mengaku nyontek. Atau malah dianggap sok suci.

Rasanya sulit sekali mengambil keputusan apa yang harus aku lakukan. Ya Rabb, berilah aku kemudahan jalan keluar. Ide yang semua aku anggao bagus akhirnya tidak jadi aku lakukan. Ditenga-tengah kebimbangan itulah kemudian aku ingat, bahwa jika seorang muslim mengalami kesulitan, kemudian dia sholat dua rakaat dan kemudian berdoa memohon pertolongan Allah. Maka pasti Allah tolong.

Sepertinya inilah yang harus aku lakukan. Kuambil lagi air wudhu. Ku niatkan ikhlas karena Allah, dan kumulai untuk bermunajat dalam sholatku.

Ya Rabb, aku tengah berada dalam kebimbangan. Aku sudah melakukan kecurangan dalam ujianku. Bagaimana jika nanti aku berhasil mendapatkan nilai yang lebih baik dari nilaiku sebelumnya. Bagaimana jika nanti nilai teori medanku B atau bahkan A. Pastilah hasil kuliahku, ijazahku akan tercampur dengan suatu yang tidak barakah.

Terus saja kupanjatkan doa. Aku mengadu, dengan bahasaku, dengan semua keluh kesahku. Sampai kemudian tidak terasa, basahlah pipiku dengan tetesan air mata.

Ya rabb, aku tidak ingin hasil kuliahku tercampur dengan nilai yang tidak barakah ya Rabb. Aku takut, jika kemudian dengan hasil yang tidak barakah ini, aku kemudian mendapat pekerjaan dan gaji yang aku dapatpun akan menjadi tidak barakah. Bagaimana akan barakah kerjaku, jika kerjaku itu dimulai dengan kecurangan. Ya Rabb berikanlah yang terbaik bagiku.

Setelah selesai aku berdoa, himpitan yang tadi mendera dadaku sedikit berkurang. Aku Sedikit merasa lega. Aku sudah bisa menyesal. Semoga jika nanti hasilnya keluar aku akan mendapat yang terbaik. Terbaik dari Allah... amin.

Hari-hari berikutnya aku jalani dengan penyesalan yang dalam. Hampir aku menjadi demotivasi karena memikirkan hal itu. Bagi teman-temanku mungkin hal ini adalah biasa.

Yang namanya nyontek itu udah keahlian mahasiswa Wan. Nda usah terlalu dipikirin. Lagian sudah takdir kamu nyontek, mau apa lagi ?

Perasaan bersalah ini terus menerus membebaniku. Sampai beberapa hari, aku berusaha terus berdoa kepada Allah agar diberikan solusi yang terbaik. Alhamdulillah, akhirnya aku pasrah juga kepada Allah.

Ya Rabb,aku sudah memohon ampun atas kesalahanku, aku mohon agar Engkau pilihkan yang terbaik bagiku. Jika aku mneghadap dosen dan melapor, aku malu ya Allah. Maka, tutupilah kesalahanku ini, sebagaimana Engkau berjanji akan menutup kesalahan orang-orang yang bertaubat kepadaMu atas dosa-dosanya.

Satu minggu, dua minggu, akhirnya sampai juga pada hari-hari pengumuman hasil ujian semester akhir tahun itu. Hatiku kembali berdebar-debar.

Ya Allah, kuatkanlah aku menghadapi keputusanMu. Berikanlah yang terbaik ya Allah.

Kuulang-ulang terus doa ini. Sampai kemudian ada khabar dari seorang sahabatku.

Wan, udah keluar tuh nilai teori medan. Kemana saja kamu.Nda pingin lihat ya. Ada di depan BAAK. Pojok kanan atas papan pengumuman. Nilainya bagus-bagus tuh Wan.

Nilaiku berapa Di ?

Wah aku nda lihat Wan. Aku cuma lihat ada pengumuman. Lagian aku nda ngulang. Jadi nda ngefek untukku.


Segera kemudian aku ambilair wudhu. Kembali aku sholat dua rakaat dan berdoa.

Ya Allah jika nilai B atau A baik untukku, untuk agamaku, hidup dan akhiratku maka berikanlah kemudahan. Barakahkanlah ya Allah. Jika tidak baik untukku, maka gantilah dengan yang terbaik. Dan jadikanlah aku ridho dengannya. amin

Segera aku kemasi tasku dan dengan sedikit terburu aku berjalan menuju kampusku. Kali ini, hanya ada satu tujuanku. Melihat nilai Teori Medan di depan BAAK.

Degup jantungku semakin keras, apalagi ketika atap gedung BAAK itu sudah terlihat. Ya Allah, Ya Rabb.. aku terus berdoa..

Banyak mahasiswa yang sedang melihat hasil ujian rupanya. Rata-rata kelasku. Tempat aku mengulang teori medan.

Wan, nilainya bagus-bagus wan..

Waduh, semakin kencang saja degup jantungku.

Sudah sampai ku didepan papan pengumuman. Kupejamkan sebentar mataku.

Ya Rabb, berikanlah yang terbaik. jadikan aku ridho dengan hasil ini ya Allah. Bismillah.

Kubuka pelan mataku dan pandanganku mulai tertuju kepada deretan nama-nama yang terpampang dipapan itu.

Arman C, Neni D, Leli E, ..D,D,D,C,C,C,D..

Wawan, D!!! Wow...Nilaiku D!!! Alhamdulillah nilaiku D, nilaiku D..

Hey wan, dapat nilai D saja senang. Teriak-teriak lagi. Apaan tuh.

Ya,ya maaf ya... sorri.

Dalam hatiku,berguman, .. belum tahu dia.

Alhamdulillah, aku dapat nilai D. Aku yakin ini adalah yang terbaik dari Mu Ya Allah. Puji Syukur atas nilai D ini..

Terus-terus wan. Jadinya kamu dapat C dong. Kan sudah pernah dapat C dulunya ?

Ya, ntar dulu ya,
Ceritanya belum selesai. Masalahnya nda semudah itu. Dikampusku bukan nilai yang terbaik yang digunakan untuk di transkrip nilai. Tapi nilai yang terakhir. Jadi saat itu akumasih dapat D. Masih ada kelanjutannya.. ntar lain kali aku ceritain ya..



0 komentar:

Posting Komentar