bismillaahirrohmaanirrohiim
Ah. mungkin hanya kebetulan saja..
Tapi ternyata pendapatku ini salah.. minggu berikutnya aku benar-benar mengetahui, hikmah dari apa yang telah aku alami hari ini..
Hari senin, munurut emailku kemarin, aku ada undangan meeting hari ini dengan para GM. Jam 10 aing di Malang. Bertempat di Malang, aku harus berangkat pagi ini. Perjalanan ke Malang biasanya 2 jam. Tapi kalau macet di jalan bisa lebih lama.
Sesampainya di terminal, segera aku pilih bis Patas Jaya, biar cepet sampai. Sekitar sepuluh menit setelah menunggu jadwal keberangkatan, bis melaju dengan cepat menuju kota Malang. Pukul tujuh tepat. Istirahat sejenak, melanjutkan tidur pagiku yang kurang, sepertinya bisa aku lakukan. Dinginnya AC membuat kantukku semakin membuatku sebera terlelap.
Hmm... sudah dimana aku, kulihat jam tanganku. Sudah jam tujuh empat lima. Berarti sudah empat puluh lima menit perjalananku. Masih satu jam lebih sisanya. Kucoba menyandarkan kembali tubuhku pada kursi.
Namun tiba-tiba, perutku terasa sakit. Mules..
Aduh.. kenapa tiba-tiba perutku sakitya.. mana masih dijalan nih.. mau tunaikan dimana kalau begini. Ya Allah.. ko sakit sekali ya..
Kurasakan semakin mules dan "maaf" sudah tidak tertahankan lagi. Segera aku berdiri dan menghampiri pak kondektur.
Pak, saya turun disini saja pak, nanti kalau ada masjid atau POM Bensin saya turun ya. Saya sakit perut dan tidak bisa ditahan-tahan lagi.
Iya.. pak, baik.
Tidak lama kemudian, terlihat ada sebuah masjid yang cukup megah disebelah kiri jalan. Tanpa pikir panjang, akupun kembali meminta pak kondektur yntuk berhenti..
Pak, pak,, udah di masjid depan itu saja pak.. tolong saya turun disini saja..
Tapi, ntar lama nda pak.?
Udah nda usah ditungguin pak, ditinggak saja,, saya nanti naik bis lain..
Tapi uangnya nda bisa dikembalikan.
Nda papa udah pak, ambil saja, toh Malang sudah sebentar lagi sampai..
Ok deh..pak.. yooo kiri-kirriii
Segera akupun turun dan bergegas menuju masjid itu. Tidak terlihat penjaga masjid, aku jadi bingung meski aku titip dimana barang-barangku. Tas Laptop dan barangku yang lain.
Ahh, sudahlah aku gantung saja dekat toilet..
Segera aku menuju toilet tepat disebelah tempat wudhu masjid. Buru-buru aku gantungkan semua barangku di gantungan tempat wudhu, dan aku segera menunaikan keperluanku.
Alhamdulillah, meski sedikit terjadi insiden, tapi aku senang bisa menunaikan keperluan perutku. Dana yang lebih lagi, meski barang-barangku tidak aku titipkan, dia tetap berada ditempatnya. Meski tadi aku sempat takut, kalau-kalau hilang.
Trima kasih ya Allah, aku sudah terbebas dari sakit perut ini.. Segera akupun menuju jalan raya dan kutunggu bis berikutnya. Lama aku menunggu tak juga aku dapatkan bis. Atas nasehat tukang sayur yang baru lewat akupun naik angkot ke arah malang agar lebih cepat sampai. Karena ternyata, malang sudah dekat.
Sesampainya di hotel tempat perusahaanku mengadakan pertemuan. Aku segera menuju lobi, melakukan cek in kamar dan segera kutuju kamarku.
Jam sepuluh kurang lima menit. Aku telpon atasanku yang sudah lebih dahulu hadir, dan dia menyatakan. Rapat diundur kira-kira setengah jam.
Alhamdulillah. aku masih bisa bersih-bersih dan ganti pakaian. Setengah jam kemudian aku sudah menuju ruang meeting dimana para Manager dan GM sudah terlihat berkumpul. Saling sapapun berlangsung hangat dan seperti jadwal semula, jam sepuluh tiga puluh kami diminta masuk ruangan meeting.
Sepuluh menit berjalan, perutku kembali sakit. Mules melilit tak tertahankan. Namun sebentar kemudian berhenti.
Ya Allah, jangan sampai nanti saat aku presentasi, perutku kembali sakit. Segera aku minta ijin keluar dan membeli obat di drug store Hotel ini.
Lima menit aku sudah kembali ke ruang meeting.
Berikutnya giliran pak Dani. Silahkan pemaparannya pak.
Moderator meeting memanggilku untuk melakukan pemaparan sub divisiku. Segera aku kedepan dan memulai memaparkan slide demi slide yang sudah aku persiapkan empat hari ini.
Lima belas menit berlalu, semua berjalan lancar. Namun saat mulai masuk ke pemaparan inti dari slideku, perutku kembali sakit. Ya rabbi... ko kembali sakit ya,.
Aku tahan-tahan dan kuteruskan pemaparan. Namun kondisiku yang "kritis" ini sepertinya dipahami oleh managerku.
Pak Dani sakit ya.. ko pucat sekali wajahnya... dan berdirinya nda tegak.. bagai mana pak Dani ?
Hmmm, bagaimana ya.. aku jawab atau tidak...
Iya pak, daritadi pagi berangkat perut saya mules banget dan sekarangpun kembali mules pak. Mohon maaf. Apakah boleh saya ijin ke rest room sebentar.
Para hadirinpun tertawa dan sang moderator kemudian berkomentar..
Ya.. karena pemapar kita sedang sakit perut. Pemaparan sesi ini kita break lima belas menit. Bagaimana pak Dani cukup ?
Iya pak, cukup insyaAllah.. trima kasih. Sementara saya akhiri dulu..
Segera aku menuju kamar dan singkatnya ..Segera kembali aku tunaikan hajatku. Aku tak habis pikir, kenapa akhir-akhir ini perutku terus menerus sakit bahkan dikala saat-saat pentingpun aku harus malu karena ijin sakit perut.
Segera aku kembali ke ruang meeting dan sesuai wajtu yang diberikan, kira-kira lima menit kemudian akupun kembali memaparkan presentasiku.
Alhamdulillah, hari itu sakit perutku tidak kembali terulang. Terakhir saat aku tadi menyampaikan presentasiku. Malam harinya pun sebelum aku tidur, sku sempat kembali memikirkan kejadianku akhir-akhir ini. Sampai pada suatu titik pencerahan..
Mengapa selama ini aku sulit untuk menunaikan sholat tepat waktu dengan alasan yang macam-macam. Namun aku bisa menunaikan hajatku dengan segera tanpa harus melihat alasan apa yang menghalangiku.. Bahkan saat aku naik bis, aku rela turun dan memilih baik angkot berikutnya karena tidak tertahannya hajatku.
Atau saat aku harus memeberikan presentasi di depan para manager dan GM perusahaan ini. Akupun rela malu dan ijin untuk menunaikan hajatku. Lantas.. kenapa aku malu untuk minta ijin sholat seperti si Wawan temanku yang selalu meminta ijin untuk sholat. Meski dalam meeting sepenting apapun..
Untuk urusan perut ini saja, aku berani.. lantas untuk keperluanku yang jauh lebih utama, menghadap Allah, kenapa aku meski takut ?
Dan Allah menujukkan kepada Jalan yang Lurus bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya
Dan
