Bismillaahirrohmaanirrohiim
Segera setelah aku siap berangkat, aku telepon Doni untuk segera bersiap karena sebentar lagi aku akan jemput.
Don, siap ya. Aku sudah selesai sebentar lagi aku jemput. Tunggu didepan rumah ya..
Sebentar kemudian aku sudah meluncur menuju rumah Doni. Dua kilometer. Tidak terlalu jauh, tapi aku harus segera, karena arah rumah Doni berlawanan dengan arah tempat Ujian kami hari ini.
Hari ini kami berdua akan menjalani tes ujian masuk satu perguruan tinggi swasta. Kami bertekad untuk bisa lulus bersama. Doni adalah karibku, sudah dua kali ini kami menjalani tes masuk perguruan tinggi bersama. Yang pertama, aku berhasil namun Doni gagal dan yang kedua ini aku bertekad untuk bisa membantu Doni mengerjakan soal ujian dan berharap kami bisa lulus bersama.
Don, sudah siap ya. Jangan lupa bawa pencil 2Bnya ya, penghapus, penggaris, kalkulator. Sudah semua..
Sudah Dik, sudah semua. Sudah siap, ayo buruan berangkat. Sudah siang nih. Kita jangan terlambat biar bisa lebih prepare disana.
Segera, setelah semua siap dan diperiksa, kamipun berangkat. Diperjalanan menuju tempat ujian kami banyak berbincang mengenai persiapan kami tadi malam. Mulai dari belajar matematika, bahasa inggris juga bahasa indonesia. Maklum, tiga mata pelajaran ini yang akan diujikan pada kami hari ini.
Sekitar tigapuluh lima kilometer kami tempuh dalam waktu lebih dari satu jam. Kami akhirnya sampai di tempat ujian yang pada beberapa hari sebelumnya sudah kami survey. Menempati salah satu ruangan serbaguna IKIP Surabaya.
Setelah menunggu beberapa saat, kami bisa melihat panitia dan pengawas yang datang dengan membawa soal-soal ujian dalam amplop coklat besar. Para pesertapun masuk dan segera menempati posisi sesuai dengan nomor tes yang sudah diberikan saat daftar ulang.
Siap ya Don, jangan lupa ya.. Sambil kuberi kode, Donipun mengiyakan isaratku.
Doni duduk tepat dibangku belakangku. Dengan posisinya itu, sangat strategis bagi kami untuk saling membantu dalam mengerjakan soal ujian. Dua jam setengah. Waktu yang tidak terlalu lama untuk mengerjakan seratus soal ujian. Pukul sembilan tepat, kamipun dipersilakan mengerjakan soal-soal ujian kami.
Duh, soalnya kok beda banget dengan perkiraanku ya. Agak lebih sulit, tapi sepertinya aku bisa mengerjakannya.
Jam tanganku menunjukkan pukul sepuluh lebih tiga puluh menit. Sudah satu jam setengah kami mengerjakan soal. Sesuai kesepakatan dengan Doni, satu jam setengah kami akan mengerjakan semua soal sendiri-sendiri. Baru setelahnya aku akan meberikan jawabanku pada Doni.
Sebenarnya Doni bukanlah anak yang tidak cerdas. Dikelas saja dia biasanya peringkat dua atau tiga, setelah aku. Namun, kami sepakat untuk saling membantu agar tetap bisa bersama di perguruan tinggi ini.
Segala trik kami lakukan untuk bisa saling memberikan jawaban. Saling mengawasi, jangan lengah, dan jangan sampai ketahuan pengawas. Karena bisa di Diskualifikasi.
Satu jam lebih kami melakukan aksi contek mencontek ini. Dan berhasil dengan baik. Pengawaspun terkesan diam saja, meski terkadang memergoki kami sedang bertukar jawaban. Aneh..
Don, udah selesai Don.. tanyaku pelan.
Sudah Dik, tapi jawabanmu ko aneh ya. banyak yang nda cocok sama pilihanku.
Udah Don, kerjakan saja. Aku yakin benar. Wong soalnya mudah ko..
Akupun berusaha meyakinkan Doni akan jawabanku. Karena memang aku yakin, sebagian besar jawabanku benar.
Tepat dua jam setengah, pengawas dan panitia mengumpulkan kertas jawaban kami. Dan kamipun segera berhambur keluar.
Wajah-wajah peserta terlihat berbeda. Ada yang terlihat sangat senang dengan cerita keberhasilannya mengerjakan soal. Ada juga yang murung karena merasa soalnya terlalu sulit.
Dik, kamu ko aneh sih.. masak jawaban nomor satu B. Bukannya C.
Ah, yang bener Don.. apa sih pertanyaannya..?
Pertanyaan nih Dik, Some one who deliver the letter called ?
PostMan, jawabku segera..
Yah, kamu jawabnya Carpenter. Kamu kan jawab B, B itu Carpenter Dik..
Nda Don, aku jawab PostMan, tapi aku lupa B atau C.
Segera Donipun mengeluarkan soal ujiannya dan kamipun sangat terkejut...
Bersambung..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar