bismillaahirrohmaanirrohiim
Segera Donipun mengeluarkan soal ujiannya dan kamipun sangat terkejut…
Lho, Don ko soalmu begitu sih..
Begitu apaan dik ?
Agak beda kelihatannya dengan soalku..
Beda apanya dik ? yang bener saja sih.. Doni semakin penasaran dengan jawabanku.
Akupun segera mengeluarkan soal ujianku. Sekilas, memang tidak ada yang beda dengan dua lembar soal ini. Pertanyaan semua nomor sama. Hanya memang, "multiple coice answernya" ini yang kemudian menghentak kami berdua.
Soal ini berbeda !!!
Keringat dingin keluar dari dahi kami berdua, dan kamipun saling memandang.
Don, suwer don, aku nda tahu kalau soalnya beda.. Aku kira semua sama, karena tidak ada kode pembeda soalnya.
Coba dik, kita amati lagi, apa yang membedakan soal kita ya...
Sempat agak lama, kami mengamati perbedaan dari soal kami berdua. Kami tidak merasa mengisi ada kode soal, yang akan mengingatkan kami bahwa soal kami berbeda. Lantas apa yang akan menjadi pembeda bagi tim penilai untuk mengetahui nilai kami ?
Disaat kegundahan yang mulai menyesakkan dada kami itulah kemudian Doni ingat akan satu hal.
Dik, ingat nda kamu. Soal ini dibagi sebendel dengan lembar jawabannya.
Apa maksudmu Don..
Biasanyakan soal terpisah dari lembar jawaban dan selalu dibagikan bergantian. Tapi kali ini, lembar jawabannya sudah berada dalam soal yang dibagikan. Dan semua peserta mendapatkan yang sama.
Saat itu Doni kemudian sibuk mengamati soalnya kembali dengan seksama, dan kemudian berdecak.
Soalnya beda Dik, ini yang membedakannya..
Doni kemudian menunjuk deretan abjad dan angka yang ada di footnote soal kami. Memang sekilas, foot note tersebut sama, kecuali empat karakter terakhirnya.
Dan kamipun menjadi yakin, bahwa lembar jawaban yang sudah dibagikan bersama dengan lembaran soal ini sudah mempunyai kode footnote yang sama.
Pandai, memang dengan demikian para peserta ujian tidak akan menyangka bahwa soalnya berbeda. Karena mereka tidak mengisi kode soal. Yang perlu dipastikan adalah pengawas harus menyerahkan soal dan lembar jawaban yang sudah dibendel kepada orang yang sama.
Kira-kira satu bulan setelah ujian tersebut, aku mendapatkan surat pemberitahuan bahwa aku diterima di PTS tersebut. Saat itu akupun segera bertanya kepada Doni, berharap diapun menerima surat yang sama.
Namun, sampai batas waktu konfirmasi daftar ulang. Doni tidak menerima surat panggilan sebagaimana aku terima..
Ya rabbi.. ampunilah kesalahan kami.
Amiin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar