Bismillaahirrahmaanirrohiim
Sudah malam nih, pulang dulu. Kulihat jam di laptopku sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Segera kututup semua program dan aku tinggalkan kantor malam itu.
Malam itu seperti biasa aku berjalan menuju hotel tempatku menginap. Gatot Subroto, jalan ini sepertinya tidak pernah sepi dari kendaraan. Namun malam itu suasananya sedikit lenggang. Hanya satu dua mobil melintas. Hampir sudah tidak ada lagi aku lihat pejalan kaki yang menyusuri trotoar jalan ini. Padahal kalau pagi, wuih.. dibeberapa ruas trotoar jalan ini hampir penuh dengan pekerja yang sedang memulai aktivitasnya. Pedangan gorengan pun biasanya berjajar berada diantara para pekerja kantoran yang sedang menunggu datangnya metro mini ini.
Sampailah aku pada jembatan penyeberangan di Gatsu ini. Tengok kanan,tengok kiri, sepertinya tidak ada yang mencurigakan. Maklum, di ibukota yang terkenal dengan kriminalnya ini harus senantiasa dalam kondisi berhati-hati. Bismillah, mulai kuseberangai gatsu sambil terus waspada.
Tiba-tiba pandanganku tertuju pada sesosok tubuh yang terbaring disebelah turunan tangga menuju halte Busway. Seorang laki-laki yang sudah cukup tua, ya mungkin sekitar lima puluh tahun keatas. Aku tatap lagi, dengan seksama, ternyata memang bapak ini sudah tidur dengan nyeyak. Tidur hanya beralas plastik sampah berwarna hitam, kulihat bapak ini nyenyak sekali.
Waduh apa nda digigit nyamuk ya.
Lusuh, sepertinya bapak ini sudah sangat cape. Setelah melewatinya, tiba-tiba aku ingin kembali melihat bapak ini. Apa bapak ini sudah makan malam ya, kalau aku sih sudah dan udah kenyang sekali. Setelah sekian waktu kuperhatikan lagi dengan seksama, ternyata ada sekotak Pastry dengan merek terkenal di ibukota, berada di sebelahnya berbaring. Subhanalloh, sepertinya agak janggal, dengan perawakannya yang lusuh ini, bapak ini sengaja membeli sepaket Pastry ukuran sedang ini. Kalau biasanya aku beli sih, sekotak ukuran sedang tersebut kira-kira dua puluhan ribu lebih harganya.
Hmmm. Sepertinya aku tahu. Beberapa saat yang lalu, sebelum ini aku tahu ada seorang laki-laki juga yang menyeberang di jembatan ini. Dan sepertinya, tepat ditempat bapak ini berbaring dia agak gugup sembari mengawasi disekitarnya, sebentar kemudian berhenti dan melanjutkan langkahnya menyeberangi jembatan ini. Sepertinya lelaki tadi itulah yang memberikan sekotak Pastry ini. Iya.. sepertinya demikian.
Bagi lelaki tadi, mungkin sekotak pastry ini adalah bukan barang mewah. Tapi bagi bapak tua ini, sekotak pastry ini akan menjadi hadiah indah bagi istri dan anak-anaknya dirumah. Setiap hari, istri dan anak-anaknya mungkin hanya bisa menelan ludah jika melewati toko Pastry ini dan melihat pajangan kue-kue mewahnya. Namun besok pagi, sepertinya meraka akan bisa merasakan ni’matnya kue ibukota ini.
Pak,, pak,, bangun pak. Ada yang ngasih bapak kue barusan. Ini ada sekotak di sebelah bapak, disimpan pak, ntar ada yang lewat dan iseng, bapak nda kebagian lho..
Iya.. iya de, trima kasih ya dek..
Dengan sedikit kaget dan gugup, bapak itu segera menyimpan kue tersebut. Aku tidak terlalu memperhatikan setelahnya. Tapi ada sesuatu yang indah yang telah diajarkan Rabbku malam ini padaku. Bahwa sekotak pastry tadi menjadi sangat berharga bagi bapak tua itu. Sedangkan pagi tadi, saat aku rapat dikantorku, aku melihat teman-temanku dengan seenaknya membuang kue yang baru sedikit digigitnya. Apalagi pas makan siang.
Lho mas, mbak, mau kemana, nda makan tha ?
Ah.. bosan pak makan di kantor, mau cari makan diluar ..
Wahai saudaraku.. marilah kita senantiasa bersyukur dan jangan kita bersifat sombong hidup didunia ini. Karena bisa jadi keadaan kita akan berubah dari apa yang sedang ada pada diri kita saat ini. Dan jangan lupa.. jangan pernah mensiakan makanan. Karena makanan yang kurang berharga bagi kita saat itu, bisa jadi hadiah terindah bagi yang lain.
Allohumma, senantiasa jadikanlah aku serta saudara-saudaraku hamba-hambaMu yang bersyukur, Engkau melimpahkan barakah kepada kami, dan limpahkanlah balasan kebaikan, bagi lelaki yang sudah memberikan sekotak pastry pada bapak itu..... amin.. 031208
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar