Waru pak, silahkan masuk..

on Jumat, 27 Februari 2009

bismillaahirrohmaanirrohiim

Pagi itu cuaca sangat cerah. Hampir mulai pagi, matahari tidak tertutup awan sedikitpun. Seperti biasa, akupun berangkat menunaikan tugasku mencari nafkah untuk keluargaku. Menjadi seorang ayah, dalam kondisi ekonomi yang agak sulit seperti ini harus pandai berhemat. Apalagi gajiku termasuk pas-pasan.

Pagi pak Agus, agak telat berangkatnya ? petugas pintu tol menyapaku

Ya pak, agak macet diporong,

Kuayunkan langkahku menuju pintu tol Porong, sambil terus berharap ada yang baik hati, menerima aku menumpang pada kendaraanya hari ini.

Aku bukan petugas pintu tol. Akupun juga bukan pegawai jasa marga yang lain. Aku hanyalah seorang pegawai swasta yang setiap hari harus menunggu tumpangan di pintu tol ini. Sudah hampir 5 tahun aku bekerja, dan seperti inilah aku lalui hari-hariku.

Berangkat dari rumah mengendarai sepeda, untuk kemudian aku titipkan di pintu Tol Porong ini. Selanjutnya untuk sampai ke Surabaya, aku mencari mobil yang bersedia aku tumpangi.

Sepuluh menit berlalu setelah aku sampai di pintu tol ini, belum satupun mobil yang bersedia aku tumpangi. Ya, Allah, demi istri dan anakku. Aku rela menjalani ini ya Rabb. Bagaimana aku bisa memberikan tambahan nafkah, jika aku yang gajinya pas-pasan ini harus kemudian berfoya-foya dengan naik angkutan umum.

Sudah kuhitung, jika sekali pulang pergi dari rumah ke tempat kerjaku aku naik bis atau angkutan umum. Maka 15 ribu perhari aku habiskan untuknya. Maka ya Allah, berikanlah kemudahan bagiku untuk mendapatkan tumpangan hari ini.

Tiga puluh menit sudah aku menunggu, belum juga ada yang bersedia memberikan tumpangan.

Udah pak agus, naik bis saja, daripada telatnya kelamaan.. kembali petugas tol ini menyapaku..

Sebentar lagi pak, insyaAllah dapat ... belum sempat aku teruskan perkataanku, tiba-tiba terdengar tawaran dari sebuah mobil mewah yang sedang mengambil kartu tol di gerbang ini,

Waru pak ?

Ya mas,

Silahkan masuk pak,....

Alhamdulillah, trima kasih sebelumnya mas,, Pak Ali aku berngkat dulu ya,,

Ya pak agus, hati-hati dijalan.. sambil tersenyum padaku petugas tol itu melambaikan tangannya.

Berangkat kerja mas,

Iya nih pak, bapak juga ?

Iya mas. Agak lama tadi belum dapat barengan, alhamdulillah ada mas,

Mas, setiap hari lewat sini ?

Iya pak, hampir setiap hari saya lewat sini. Kalau lihat mobil saya ini, sapa saja pak, ikut saja bareng sama saya.

Sambil terus kuperhatikan bagaimana raut muka pemuda ini, aku sampai gugup hendak menjawab pertanyaanya,

Iya mas,insyaAllah. Apa nda papa saya numpang mas ?

Ya, nda papa lah pak. memang kenapa ? Bagi saya malah untung, Sama-sama sampai Surabaya, kalau ada yang numpang kan, mobil saya jadi lebih manfaat.


Hmm, sepertinya anak muda ini tidak seperti kebanyakan pemuda yang aku kenal. Dari cara bicaranya saja, aku bisa melihat dia adalah pemuda yang santun dan sopan.

Masalahnya kalau truk, atau mobil bak sering saya numpang mas, Tapi kalau mobil mewah begini, pakai AC, jarang-jarang mas.

Memang kenapa pak ?

Ya, saya tahu diri lah mas. Jarang, bahkan nda pernah saya ditawari numpang mobil mewah begini. Rata-rata pada buang muka kalau ada yg lihat, seperti mau numpang.

Nda juga pak. Mobil inikan rizqi Allah, titipan, untuk digunakan sebaik-baiknya, semanfaat-manfaatnya. Kalau saya niatnya, biar tambah barakah, tambah pahala pak.

Iya mas, mudah-mudahan tambah barakah,, amin

Pagi itu, sepertinya perjalananku dari porong ke waru terasa singkat. Bagaimana tidak, dimobil ini aku tidak banyak merasakan guncangan jalan raya. Dinginnya AC membuatku merasa ngantuk. Tak terasa, setelah sekian lama aku berbincang dengan anak muda ini. Sampailah aku di puntu Tol Waru.

Mas, saya turun disana saja ya. Di dekat tiang lampu yang paling ujung..

Baik pak, nih sudah sampai, santai saja pak. Pelan-pelan turunnya, jangan buru-buru.

Maksih ya mas Didik,.. assalamu'alaykum.. sapaku diakhir perjalanan kami.

Sambil terus kupandang mobilnya melaju menjauh, tak terasa, mataku sudah tidak lagi mampu membendung tetesan air mata yang sudah dari tadi aku tahan..

Ya Allah,limpahkanlah selalu keberkahan padanya, sebagaimana ia telah menjadikan rizqi yang Engkau berikan padanya,bisa bermanfaat untuk dhuafa sepertiku.. amin.

0 komentar:

Posting Komentar