Alhamdulillah, Aku dapat nilai D ! (2)

on Sabtu, 28 Februari 2009

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Nah, lanjut lagi ceritanya ya..

Bismillahi tawakaltu ‘alalloh., kulangkahkan kakiku menuju kampus.. Saat menuju kampus saat itu,tak lupa aku selalu berdzikir dan berdoa, semoga Allah memberikan kemudahan. Masih kuingat-ingat rumus matematika yang tadi aku hapal. Belum hapal juga .

Dua puluh menit, aku berjalan menuju kampus. Akhirnya sampai juga.. Ruang ujianku hari ini di lantai dua gedung A. Selagi aku mencari ruang ujianku, tidak lupa aku terus berdzikir, berdoa semoga ALlah memberi kemudahan..

Ini dia, ruang ujian teori medanku hari ini sudah ketemu. Seperti biasa aku langsung menuju tempat yang sangat strategis. Biasa, slogan mahasiswa, posisi menentukan prestasi. Pagi itu belum banyak mahasiswa yang suah masuk di ruang ujian. Hanya ada sekitar tiga orang. Akupun bisa bebas memilih bangku tempatkuy nanti mengerjakan ujian. Bangku ujian tidak ditetapkan berdasarkan urutan nomor atau yang lain. Pokoknya datang duluan bisa pilih bangku.

Bangku terdepan, dekat meja penjaga adalah bangku pilihanku. Selalu aku pilih bangku ini karena menurutku sangat strategis. Pertama, bangku ini dekat dengan pengawas, sehingga kecil kemungkinan aku akan berbuat curang, atau punya keinginan curang. Kedua, paling depan sendiri. Membuatku tidak terlalu terganggu dengan aktivitas mahasiswa yang lain yang biasanya ribut mencari contekan.

Tak lama kemudian, petugas penunggu, sudah masuk membawa sola ujian. Mahasiswa yang tadi msih menunggu diluar segera masuk. Penuh.. memang harusnya penuh. Jika ada bangku yang kosong berarti ada yang tidak ikut ujian. Sebelum soal dibagikan akumasih sempat berdoa.

Ya, Allah, saat ini aku akan mengerjakan soal ujian teori medanku. Maka berilah aku petunjukMu ya Rabb. Berilah kemudahan dan luluskanlah dengan hasil terbaik. Amin..

Soal aku terima, dan sekilah aku lihat ada 5 soal. Bismillah.. akupun mulai mengerjakan sola nomor satu. Aduh.. sulit nih soal nomor satu.Kerjakan dulu soal nomor dua..

Beberapa jurus aku kerjakan soal nomor dua, ternyata menthok juga. Yang ini juga sulit. Wah pindah ke nomor tiga saja dulu. Nah, nomor tiga ini sepertinya mudah. Aku mulai kerjakan, taha awal, tengah sampai tahap akhir. Lha, yang bagian akhir ini aku lupa rumusnya.. waduh, gawat. Tingal sedikit saja masa nda bisa sih. Rumusnya .. ayo ingat-ingat rumusnya.

Udah dulu nomor tiga aku kerjakan saja nomor empat dan lima. Ya Allah, duhai apa salahku ya, dua nomor terakhir inipun sebenarnya mudah, cuma aku lupa lagi rumusnya. Yang mana ya.. ayolah.. ingat-ingat..

Sudah hampir satu jam aku mengerjakan soal ujian ini dan aku hanya bisa mengerjakan soal nomor tiga. Itupun tidak sepenuhnya selesai.. Keringat dinginmulai membasahi tangan dan keningku..

Ya Allah, turunkanlah pertolonganMu.. aku sangat membutuhkan pertolonganMu saat ini ya Rabb,. Aku lupa rumus-rumus yang kemarin aku coba hafalkan. Ingatkanlah kembali ya Rabb,,

Terus saja keringat ku keluar. Waktu sudah tinggal empat puluh lima menit lagi. Dan belum ada tanda-tanda aku akan ingat rumusnya.. MasyaAllah.. Astagfirulloh.. ingat ayo Wan, ingat. Kemarin kan sudah dihafal.. ayo ingat lagi.

Sudah sekuat tenaga aku coba mengingat, coba coret-coret dilembar kosong. Tetap saja aku belum ingat. Sampai kemudian "pertolongan" itu datang. Subhanalloh.. apa ini.. Sambil tersipu malu, akupun mulai serius memperhatikan tulisan-tulisan mungil yang ada dibangku ujianku..

... to continued.. :)

0 komentar:

Posting Komentar